Berikut ini adalah vlog yang kami buat beberapa waktu lalu dalam mengidentifikasi komponen biotik dan komponen abiotik
Kamis, 17 Februari 2022
MENGIDENTIFIKASI KOMPONEN BIOTIK DAN KOMPONEN ABIOTIK
Rabu, 16 Februari 2022
PENCEMARAN TANAH
Apa sih pencemaran tanah itu?
Pencemaran tanah adalah adanya bahan kimia seperti polutan atau kontaminan yang berada di dalam tanah, serta bisa menjadi racun.

Pencemaran tanah dengan konsentrasi yang cukup tinggi dapat menimbulkan dampak negatif tidak hanya bagi lingkungan namun juga manusia itu sendiri.
Tanah memiliki berbagai senyawa yang memang telah ada secara alami, walaupun ia tidak tercemar. Senyawa seperti fosfat, karbonat, sulfat, nitrat, juga senyawa-senyawa organik seperti asam lemak, DNA, PAH, dan lain sebagainya.
Polusi akan terhasil apabila jumlah kontaminan pada tanah melebihi tingkat yang seharusnya.
Apa penyebab pencemaran tanah?
Sebenarnya ada dua faktor yang menyebabkan mengapa tanah mengalami pencemaran. Pertama, yang diakibatkan oleh manusia itu sendiri dan bisa juga alam menjadi penyebabnya.

Memang, penyebab yang manusia lakukan juga bisa terbagi ke dalam dua hal, yaitu sengaja atau tidak disengaja. Pencemaran yang manusia lakukan kita kenal dengan sebutan antropogenik.
Ketika para petani terlalu banyak menggunakan pestisida, hal ini juga dapat mencemari tanah. Selain itu, berbagai kegiatan industri (tekstil, obat-obatan, minyak bumi, dll), emisi radioaktif (Radium, Thorium, Uranium, dll), limbah rumah tangga, dapat mencemari tanah dengan kandungan zat kimia yang beracun.

Hal-hal seperti ketidaksengajaan atas kebocoran bahan kimia, kegiatan pengecoran, pertambangan, konstruksi, kegiatan transportasi, hingga kegiatan pembuangan limbah kimia oleh berbagai pihak juga menjadi penyebab mengapa pencemaran tanah terjadi.
Biasanya, penyebab pencemaran tanah terjadi akibat ulah manusia karena cara pembuangan limbah yang tidak tepat.
Sebenarnya, tempat-tempat konstruksi pada perkotaan merupakan wilayah yang memiliki potensi pencemaran tanah cukup besar. Hampir semua bahan kimia yang ada pada tempat konstruksi memiliki potensi untuk mencemari tanah.
Sedangkan, dalam kasus pencemaran tanah yang terjadi karena adanya proses alam biasanya disebabkan karena lingkungan tanah yang memiliki kompleksitas.
Lalu, dampak negatif yang akan timbul itu seperti apa sih?
Dampak negatif dapat dirasakan oleh tanaman, hewan, bahkan manusia itu sendiri.
Tanaman
Tanaman akan sulit tumbuh apabila tanah sudah tercemar. Biaya produksi atau perawatan pada tanaman yang kamu butuhkan pun akan menjadi lebih mahal, ketimbang tanah yang masih sehat.

Jika tanah telah tercemar, segala jenis tanaman yang kamu tanam juga akan ikut tercemar. Kandungan buah dan sayur, juga akan menjadi kurang baik untuk kamu konsumsi. Hal ini dapat terjadi karena sebagian besar polutan pada tanah diekstraksi oleh tanaman tersebut bersama dengan air.
Terlebih bagi berbagai tanaman yang berada pada wilayah-wilayah dekat dengan tempat perindustrian, pelabuhan, atau tempat pembuangan akhir. Tanaman yang tumbuh pada tanah yang tercemar, akan mengandung racun dan dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh bila kamu mengkonsumsinya.
Tanah yang terlalu kering membuat tumbuhan mudah mati, bahkan tidak dapat hidup. Area lahan basah telah berkurang sebesar 87% selama tiga abad terakhir di seluruh dunia.
Hewan
Bagi para hewan pencemaran tanah bisa menimbulkan dampak negatif untuk metabolisme mikroorganisme juga arthropoda.

Hal ini bisa berpengaruh terhadap lapisan rantai makanan yang ada pada hewan, serta berdampak bahaya pada spesies hewan pemangsa.
Tidak berbeda dengan manusia, hewan yang mengkonsumsi makanan dari tanah, seperti tumbuhan yang tertanam pada tanah tersebut dapat terserang penyakit. Ekosistem juga dapat terganggu karena adanya permasalah pada pencemaran tanah tersebut.
Kepunahan hewan secara massal juga dapat terjadi akibat adanya dampak dari pencemaran tanah. Dinyatakan bahwa peristiwa kepunahan massal keenam dalam sejarah pada populasi vertebrata darat turun sebesar 38% pada tahun 1970 dan 2012.
Manusia
Dampak negatif yang timbul, bisa terjadi secara bervariasi. Perbedaan usia juga dapat menjadi pengaruh pada bedanya dampak negatif yang terasa dari pencemaran tanah.

Faktor lain seperti kesehatan secara umum, bagaimana kontaminan itu terhirup, atau tertelan juga bisa menjadi pembeda antara kasus yang satu dengan kasus lainnya.
Anak-anak senang dan sangat tertarik untuk mengeksplorasi berbagai hal. Kesenangan mereka ketika bermain tanah, juga membuat anak-anak menjadi lebih rentan menerima dampak negatif dari pencemaran tanah.
Inhalasi gas yang keluar dari tanah dan bergerak ke atas, akan terbawa oleh angin. Hal inilah yang dapat membuat pencemaran tanah memiliki potensi yang semakin besar untuk memberikan dampak negatif kepada manusia.
Sakit kepala, mual, permasalahan pada kulit, iritasi mata, serta berbagai kondisi yang lebih serius bisa terjadi pada manusia akibat hal ini. Kerusakan ginjal dan hati hingga kanker juga perlu kamu waspadai dari adanya pencemaran tanah ini.
Air yang menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia juga dapat tercemar karena adanya pencemaran pada tanah. Air tanah yang kerap menjadi sumber air minum, mandi, mencuci, serta kebutuhan lainnya akan memberikan pengaruh negatif dan berujung pada timbulnya berbagai penyakit.
Bagaimana cara menanggulangi pencemaran tanah?
Lakukan daur ulang, dan hindari penggunaan barang sekali pakai. Bila kamu memiliki kebun di halaman rumah, kamu bisa membuat pupuk kompos sendiri dengan bahan dasar dari berbagai limbah organik rumah tangga. Hal ini bisa membantu tanah kamu menjadi jauh lebih subur untuk kamu tanami.
Mendorong kegiatan industri yang ramah lingkungan, serta kegiatan pertanian dengan sedikit penggunaan bahan kimia juga bisa kita lakukan.
Selain itu, berbagai cara mudah lain seperti perbanyak menanam tumbuhan juga bisa menjadi salah satu cara untuk menanggulangi pencemaran tanah.
Erosi yang dapat menyebabkan tanah menjadi kurang baik akan lebih mudah terjadi, apabila tidak ada tanaman yang menjaga tanah tersebut.
Kamu bisa mendukung kegiatan pertanian organik dengan membeli berbagai sayur dan buah organik. Hal ini bisa membantu karena semakin banyak peminat sayur dan buah organik, pertanian akan semakin mengurangi penggunaan zat kimia yang dapat mencemari tanah.
Kurangi penggunaan limbah cair, seperti deterjen yang terlalu berlebihan juga bisa kamu lakukan. Juga, buanglah sampah pada tempat yang sesuai.
Kamu juga perlu memperhatikan bagaimana cara membuang sampah rumah tangga yang tepat, serta tempat yang tepat untuk membuangnya.
SUMBER:
https://www.ruparupa.com/blog/pencemaran-tanah/
PENCEMARAN UDARA
-Adanya asap vulkanik dari aktivitas letusan gunung berapi, sehingga dapat menebarkan partikel-partikel debu ke udara.
-Bebasnya partikel, nitrogen oksida, dan oksida sulfur ke udara, akibat asap dari pembakaran batu bara pada pembangkit listrik atau pabrik.
-Adanya Chloro Fluoro Carbon (CFC), dari hasil kebocoran mesin pendingin seperti kulkas dan AC mobil.
PENCEMARAN AIR
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan, dan air tanah akibat aktivitas manusia. Menurut PP no 20 tahun 1990, pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas dari air tersebut turun hingga batas tertentu yang menyebabkan air tidak berguna lagi sesuai dengan peruntukannya.
Berikut adalah sumber-sumber pencemaran air:
1. Limbah industri: bahan kimia cair maupun padat, dari sisa-sisa bahan bakar seperti tumpahan minyak dan oli, kebocoran pipa-pipa minyak tanah yang ditimbun dalam tanah.
2. Penggunaan lahan hijau atau hutan untuk membangun sesuatu.
3. Limbah pertanian.
4. Limbah pengolahan kayu.
5. Penggunakan bom oleh nelayan dalam mencari ikan di laut.
6. Rumah tangga (limbah cair, seperti sisa mandi, MCK, sampah padatan seperti plastik,
gelas, kaleng, batu batre, sampah cair seperti detergen dan sampah organik, seperti
sisa-sisa makanan dan sayuran).
Selain itu terdapat penyebab dan dampak pencemaran air yang harus diketahui. Berikut penjelasannya yang dikutip dari laman DLHK Provinsi Banten:
Penyebab Pencemaran Air
Penyebab pencemaran air dapat dibagi menjadi dua yaitu sumber kontaminan langsung dan dan tidak langsung.Sumber langsung meliputi efluen yang keluar industri, TPA sampah, rumah tangga dan sebagainya. Sumber tak langsung adalah kontaminan yang memasuki badan air dari tanah, air tanah atau atmosfer berupa hujan.
1. Meningkatnya kandungan nutrient yang mengarah pada eutrofikasi.
2. Sampah organik seperti air selokan menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.
3. Polutan industri seperti i logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan.
4. Limbah pabrik yang mengalir ke sungai citarum.
Dampak Pencemaran Air
1. Dampak terhadap kehidupan biota air
Jika terlalu banyak zat pencemaran pada air limbah akan menurunkan kadar oksigen yang terlarut dalam air. Akibatnya kehidupan dalam air yang membutuhkan oksigen menjadi terganggu dan mengurangi perkembangannya. Akibat matinya bakteri-bakteri, maka proses penjernihan air secara alamiah yang seharusnya terjadi pada air limbah juga terhambat.
2. Dampak terhadap kualitas air tanah
Pencemaran air pada tanah dapat diukur melalui faecal coliform telah terjadi dalam skala yang luas, hal ini dibuktikan oleh suatu survey sumur dangkal di Jakarta. Banyak penelitian yang mengindikasikan terjadinya pencemaran tersebut.
3. Dampak terhadap kesehatan
Dampak pencemaran air terhadap kesehatan akan menularkan bermacam-macam penyakit antara lain:
- Air sebagai media untuk hidup mikroba pathogen.
- Air menjadi sarang serang dan menyebarkan penyakit.
- Jumlah air yang tersedia tidak cukup, sehingga manusia yang bersangkutan tak dapat membersihkan diri.
- Air sebagai media hidup vektor penyakit.
4. Dampak terhadap estetika lingkungan
Banyaknya zat organic yang dibuang ke lingkungan perairan maka perairan tersebut semakin tercemar yang ditandai dengan bau yang menyengat. Juga diikuti dengan tumpukan yang dapat mengurangi estetika lingkungan.
PENCEMARAN LINGKUNGAN
Pencemaran lingkungan (environmental pollution) adalah terkontaminasinya komponen fisik dan biologis dari sistem bumi dan atmosfer sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem lingkungan.
Kontaminasi tersebut bisa berasal dari kegiatan manusia ataupun proses alam, yang menyebabkan kualitas lingkungan menjadi tidak dapat berfungsi sesuai dengan seharusnya.
Sementara, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup memberi penjelasan bahwa pencemaran lingkungan hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.
Segala sesuatu yang dapat menimbulkan pencemaran disebut polutan (bahan pencemar). Zat dapat dikatakan sebagai polutan apabila jumlahnya telah melebihi batas normal, yang berada pada waktu dan tempat yang tidak tepat.
Zat pencemar dikenal juga dengan istilah limbah (sampah). Limbah merupakan bahan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, seperti kegiatan rumah tangga yang kehadirannya dapat berdampak negatif bagi lingkungan.
Berdasarkan sifatnya limbah dapat digolongkan menjadi limbah cair, limbah padat, limbah daur ulang, limbah organik, dan limbah bahan berbahaya beracun (B3).
Rabu, 09 Februari 2022
SIMBIOSIS
Simbiosis ialah
sebuah hubungan timbal balik di antara dua makhluk hidup yang berbeda. Istilah
tersebut dipakai untuk menjelaskan suatu interaksi antarorganisme yang hidup
berdampingan.
Kata 'simbiosis'
berasal dari Bahasa Yunani yaitu 'Sym' artinya dengan dan kata 'biosis' artinya
kehidupan.
Simbiosis merupakan
satu di antara pola interaksi yang sangat erat dan khusus antara dua makhluk
hidup yang berbeda. Tak bisa dimungkiri, makhluk hidup yang ada di bumi
semuanya saling bergantung dan berhubungan satu sama lain.
Simbiosis terjadi
karena suatu organisme tidak dapat hidup sendiri dan saling membutuhkan satu
sama lain. Makhluk hidup yang melakukan simbiosis itu disebut dengan simbion.
Interaksi yang
dilakukan tersebut dapat bersifat merugikan, menguntungkan atau netral. Adanya
simbiosis ialah agar dapat bertahan hidup dengan mengandalkan atau berhubungan
makhluk hidup lain yang tidak sejenis.
Mungkin itu sedikit
pengertian mengenai simbiosis. Selain pengertian, perlu diketahui juga jenis
dan contohnya. Apa saja jenis-jenis simbiosis yang dilakukan makhluk hidup?
Berikut ini
rangkuman tentang jenis-jenis simbiosis beserta
penjelasan dan contohnya,
Simbiosis
Parasitisme
Simbiosis paratisme adalah hubungan timbal balik antara dua makhluk hidup, di mana satu pihak dirugikan dan satu pihak diuntungkan. Contoh simbiosis parasitisme:
- Kutu dan hewan,
kutu biasa tinggal di tubuh hewan, seperti kerbau, sapi, zebra, dan sebagainya.
Kutu mendapat keuntungan karena mendapat tempat tinggal dan menghisap darah
hewan, sementara hewan-hewan tersebut dirugikan karena darahnya terhisap oleh
kutu.
- Cacing pita dan
manusia, cacing pita tinggal di sistem pencernaan manusia. Cacing pita mendapat
keuntungan karena mengambil sisa sari makanan yang menyebabkan manusia menjadi
dirugikan.
- Lalat dan buah,
lalat tinggal di dalam buah. Lalat akan mendapat keuntungan karena memiliki
tempat bertelur dan berkembang biak, sementara buah akan dirugikan karena bisa
jadi busuk.
Simbiosis
Mutualisme
Simbiosis
mutualisme merupakan hubungan timbal balik antara dua makhluk hidup yang
berbeda yang saling menguntungkan. Pada simbiosis mutualisme, kedua pihak yang
terlibat simbiosis akan mendapat keuntungan masing-masing.
Beberapa contoh
paling umum dari simbiosis mutualisme, antara lain:
- Raflesia dan
lalat, di mana raflesia dibantu proses penyerbukannya dan lalat mendapat sari
bunganya.
- Bunga dan
kupu-kupu, kupu-kupu akan hinggap dan menghisap nektar dari bunga. Kupu-kupu
mendapat keuntungan berupa makanan, sementara bunga akan dibantu proses
penyerbukannya.
- Burung jalak dan
kerbau, burung jalak memakan kutu yang ada di punggung kerbau. Jalak mendapat
keuntungan berupa makanan, sementara kerbau akan dibantu karena rasa gatal di
punggungnya jadi hilang.
- Jamur dan tanaman
alga, jamur akan membuat lingkungan menjadi lembab. Tanaman alga mendapat
keuntungan karena bisa melakukan proses fotosintesis, sementara jamur juga bisa
mendapat makanan dari fotosintesis yang dilakukan tanaman alga.
Simbiosis
Komensalisme
Simbiosis komensalisme adalah hubungan timbal balik antara dua makhluk hidup yang menguntungkan satu pihak dan pihak yang lain tidak dirugikan maupun diuntungkan. Pada simbiosis komensalisme ini, hanya satu pihak saja yang diuntungkan, sementara pihak lain tidak mendapat pengaruh apa pun.
Beberapa contoh
paling umum dari simbiosis komensalisme, antara lain:
- Ikan remora dan
ikan hiu, ikan remora biasa berenang di dekat ikan hiu. Ikan remora mendapat
keuntungan karena mendapat sisa makanan hiu dan mendapat perlindungan,
sementara ikan hiu tidak akan terpengaruh.
- Anggrek dan pohon
mangga, anggrek akan menempel di pohon mangga agar mendapat sinar matahari dan
zat air. Anggrek mendapat keuntungan karena bisa melakukan fotosintesis,
sementara pohon mangga tidak diuntungkan atau dirugikan.
- Ikan badut dan
anemon laut, ikan badut biasa tinggal di tentakel anemon laut. Ikan badut
mendapat keuntungan karena terlindung dari pemangsanya, sementara anemon laut
tidak akan terganggu dengan keberadaan ikan badut.
Simbiosis
Amensalisme
Simbiosis
amensalisme adalah jenis hubungan antarmakhluk hidup yang merugikan satu
organisme, sementara organisme lain tidak diuntungkan atau dirugikan. Contoh
simbiosis amensalisme:
- Pohon pinus dan
tumbuhan lain, pohon pinus dapat mengeluarkan senyawa alelopati yang bisa
menyebabkan tumbuhan lain tidak tumbuh subur.
- Brokoli dan
kubis, brokoli mengandung senyawa yang bisa membuat kubis menjadi cepat
membusuk.
- Pohon walnut dan
tumbuhan lain, pohon walnut mengeluarkan senyawa alelopati yang merugikan
tumbuhan lain di sekitarnya karena menghambat pertumbuhan.
Simbiosis
Netralisme
Simbiosis
netralisme adalah jenis hubungan antarmakhluk hidup yang tidak memberi
keuntungan atau kerugian pada organisme yang terlibat. Pada simbiosis
netralisme ini, kedua belah pihak tidak akan mendapat pengaruh apa pun, baik
keuntungan atau kerugian.
Contoh simbiosis
netralisme:
- Kambing dan ayam,
keduanya tidak memiliki pengaruh satu sama lain karena memiliki jenis makanan
yang berbeda.
- Katak dan ikan,
katak biasa mencari makan di air, tetapi katak tidak memakan ikan. Interaksi
keduanya tidak memberi pengaruh satu sama lain.
- Sapi dan burung
hantu, meski tinggal di ekosistem yang sama, keduanya tidak saling
menguntungkan atau merugikan karena sapi mencari makan saat siang, sementara
burung hantu mencari makan saat malam.
Simbiosis Kompetisi
Simbiosis kompetisi
adalah jenis hubungan antarmakhluk hidup berupa kompetisi untuk memperebutkan
sesuatu, bisa makanan atau yang lainnya.
Simbiosis kompetisi
memiliki dua jenis yaitu kompetisi intraspesifik (dua spesies yang berbeda) dan
kompetisi interspesifik (spesies yang sama).
Contoh simbiosis
kompetisi:
- Singa dan
harimau, masing-masing organisme saling berebut mangsa yang sama dalam satu
ekosistem yang sama.
- Kambing dan sapi,
kedua pihak sama-sama berkompetisi untuk mendapatkan makanan berupa rumput.
- Ikan mas dan ikan
arwana, keduanya akan saling berkompetisi untuk berebut makanan yang diberikan
pada ekosistem kolam.
Sabtu, 05 Februari 2022
RANTAI MAKANAN
Rantai makanan adalah urutan letak makhluk hidup dalam mendapatkan makanan yang mereka butuhkan, untuk bertahan hidup dalam suatu ekosistem. Rantai makanan menunjukkan aliran energi dan bahan dari satu organisme ke organisme berikutnya, dimulai dengan produsen.
Tiap tingkat dari rantai makanan dalam suatu ekosistem disebut tingkat tropik. Tingkat tropik dibagi sebagai berikut:
-Produsen: Organisme yang mampu menghasilkan zat makanan sendiri, yaitu tumbuhan hijau atau organisme autotrof. Produsen menduduki tingkat tropik pertama. -Konsumen I: Organisme yang menduduki tingkat tropik kedua disebut konsumen primer. Konsumen primer biasanya diduduki oleh hewan herbivora. -Konsumen II: Organisme yang menduduki tingkat tropik ketiga disebut konsumen sekunder, diduduki oleh hewan pemakan daging (karnivor) dan seterusnya. -Konsumen puncak: Organisme yang menduduki tingkat tropik tertinggi disebut konsumen puncak. -Dekomposer: Organisme pengurai yang membentuk mata rantai terakhir dalam rantai makanan. Mereka memecah hewan dan tumbuhan yang mati dan mengembalikan nutrisi penting ke tanah.
Rantai makanan menunjukkan hubungan antara produsen, konsumen, dan pengurai, menunjukkan siapa yang memakan siapa dengan panah. Panah berfungsi untuk menunjukan pergerakan energi melalui rantai makanan. Sebagai contoh, perhatikan gambar rantai makanan di sawah berikut ini.
Dari contoh rantai makanan tersebut, terjadi proses makan dan dimakan dalam urutan tertentu yaitu rumput dimakan belalang, belalang dimakan katak, katak dimakan ular dan jika ular mati akan diuraikan oleh jamur, yang berperan sebagai dekomposer menjadi zat hara yang akan dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang.
Dengan demikian, pada rantai makanan tersebut dapat dijelaskan bahwa:
-Padi bertindak sebagai produsen. -Belalang sebagai konsumen I (Herbivor). -Katak sebagai konsumen II (Karnivor). -Ular sebagai konsumen puncak (Karnivor). -Jamur sebagai dekomposer.
Dalam rantai makanan laut, ada produsen khusus yang berbeda dengan rantai makanan darat. Produsen tersebut adalah tanaman mikroskopis kecil yang disebut fitoplankton. Biasanya zooplankton (binatang kecil dalam air) akan memakan fitoplankton lalu binatang lain yang lebih besar akan memakan zooplankton.
Fitoplankton dan zooplankton menjadi sumber makanan hampir semua organisme laut. Kadang-kadang kombinasi zooplankton dan fitoplankton disebut sebagai plankton.
SUMBER https://katadata.co.id/intannirmala/berita/6139bfbb04838/penjelasan-rantai-makanan-dalam-ekosistem-lengkap-dengan-gambar