Senin, 30 Mei 2022

PENGALAMAN

 


Pada tanggal 30 Mei 2022, saya dan teman-teman kelas 7G melihat-lihat tata surya pada "http://wwt.belajar.kemdikbud.go.id/?_ga=2.45383460.1650537947.1563960854-1424105606.1560151870" 

Saya melihat berbagai macam rasi bintang dan planet. Saya juga melihat map yang ada di planet kita yaitu bumi. Saya senang karena seolah-olah saya sedang berada di luar angkasa dan menjelajah berbagai planet dan rasi bintang yang indah. 

Dalam website itu terdapat berbagai fitur seperti melihat-lihat rasi bintang, di website itu saya juga dapat melihat merkurius, venus, bumi, mars, jupiter, saturnus, uranus, hingga neptunus. Saya juga melihat matahari dan bulan serta satelit-satelit yang ada. 

Senin, 23 Mei 2022

METEORIT

 


Fenomena bintang jatuh tersebut adalah peristiwa jatuhnya meteorit yang bertekanan dengan atmosfer bumi.

Jatuhnya meteorit tersebut membentuk jalur bercahaya terang dan bergerak dengan begitu cepat.

Beberapa meteorit akan habis begitu bertekanan dengan atmosfer, namun beberapa di antarnya masih bersisa dan meninggalkan batu meteor yang jatuh di permukaan bumi.

Ukurannya bisa bermacam-macam, biasanya ketika kejatuhan meteor, permukaan bumi akan membentuk kawah tabrakan.

Lalu, apa itu meteorit yang jatuh dan bertekanan dengan atmosfer Bumi? Secara sederhana, meteorit adalah batu dari luar angkasa yang jatuh ke Bumi.

Batu meteorit tidak seperti batu yang ada di bumi, mereka mengandung partikel-partikel kecil yang terbentuk di sekitar bintang.

Selain itu, meteorit bisa juga lebih tua dari benda-benda langit lainnya. Oleh karena itu, meteorit biasa digunakan oleh peneliti untuk mempelajari sejarah tata surya.

Dengan begitu, kita mengetahui awal mula terbentuknya tata surya hingga terbentuknya planet dan asteroid.

Dari Mana Meteorit Berasal? 

Meteorit yang jaruh ke permukaan Bumi ini, berasal dari dalam tata surya kita. Kebanyakan batu meteorit adalah pecahan dari asteroid, yang pecah sejak lama di sabuk asteroid.

Asteroid sendiri adalah planet minor (planetoid) yang ukurannya lebih kecil dari planet dan lebih besar dari meteorit.

Sedangkan, sabuk asteroid adalah kumpulan asteroid yang letaknya di antara planet Mars dan Jupiter.

Meteorit juga mengorbit matahari sekitar jutaan tahun, sebelum akahirnya bertabrakan dengan bumi.

Ukuran meteorit bisa bermacam-macam, ada yang kecil dan ada yang besar.

Meteorit terbesar yang pernah ditemukan adalah meteorit Hoba, yang ada di Namibia.

Meteorit Hoba ini mempunyai berat sekitar 60 ton dan tidak pernah dipindahkan hingga sekarang

Karena ukurannya bermacam-macam, bisa saja kita ternyata tidak sengaja menemukan batu meteorit, kan?

Tapi, apa bedanya batu meteorit dengan batu biasa yang ada di bumi, ya? Untuk mengetahuinya, berikut ini ciri-ciri batu meteorit. 

1. Kepadatan 

Batu meteorit biasanya lebih cukup berat, karena mengandung besi dan mineral yang padat. 

2. Magnetik 

Karena mengandung logam besi dan nikel, magnet tentunya bisa menarik batu meteorit.

Sedangkan batu bukan meteorit tidak bisa membuat magnet menempel.

3. Bentuk yang tidak Biasa 

Meteorit yang mengandung besi dan nikel jarang ada yang berbentuk bulat.

Mereka mempunyai bentuk tidak beraturan dengan lubang tidak biasa di permukaannya. 

4. Kerak Fusi 

Kerak fusi ini adalah kerak tipis di permukaan batu meteorit dan terlihat terbakar karena sudah bertekanan dengan atmosfer. 

5. Bagian dalam yang Mengilap 

Karena mengandung besi, bisa jadi bagian dalam batu meteorit terlihat mengilap.

Selain itu, bagian dalamnya juga mengandung batu-batu kecil yang terbuat dari mineral silikat dan piroksen. 

Nah, itulah pengertian dari meteorit dan ciri-ciri batu meteorit yang jatuh ke permukaan bumi.



SUMBER: https://bobo.grid.id/read/083092141/biasa-disebut-bintang-jatuh-ini-pengertian-meteorit-dan-ciri-ciri-batu-meteorit?page=all

Minggu, 22 Mei 2022

METEOR

 Ciri-ciri meteor perlu dipahami dalam pembelajaran tata surya. Sebagai salah satu benda langit yang ada di luar angkasa, meteor sangat penting dipahami oleh kamu, terutama yang tertarik pada dunia astronomi.

Selain meteor, kamu mungkin juga perlu memahami beberapa istilah lainnya, seperti meteoroid, hingga meteorit. Pasalnya, ketiga istilah tersebut memiliki perbedaan makna masing-masingnya.

Ciri-ciri meteor dapat diketahui dari berbagai sifat hingga bentuk fisiknya. Dalam mengenali ciri-ciri meteor, kamu tentunya juga perlu memahami ciri-ciri meteoroid dan meteorit.






Mengenal Meteor, Menteorit, dan Meteoroid

Sebelum mengenali ciri-ciri meteor, kamu perlu memahamai apa itu meteor terlebih dahulu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), meteor adalah benda angkasa yang meluncur di angkasa luar, masuk ke dalam atmosfer dan meyala karena gesekan udara, pada umumnya habis terbakar sebelum mencapai permukaan bumi, dan apabila masih bersisa beda itu jatuh sebagai meteorit. Meteorit adalah benda padat sisa meteor yang telah mencapai permukaan bumi, biasanya terdiri atas ikatan mineral nikel (Ni) dan besi (Fe). Sementara itu, meteoroid adalah benda langit padat ukuran kecil di luar angkasa antarplanet.

Jadi, bisa kamu pahami bahwa sebenarnya ketiga benda langit ini adalah sama. Namun, perbedaannya terletak pada posisinya. Di mana meteoroid menjadi bentuk utama, yaitu sebuah batu yang melayang di luar angkasa dan dapat bergerak dengan cepat. Batu angkasa ini tidak mengorbit pada matahari, sehingga lintasannya tidak beraturan dan dapat bergerak bebas.

Sementara itu, meteor adalah sebutan untuk serpihan dari benda langit yang masuk ke dalam atmosfer bumi. Hal ini menimbulkan suatu gesekan antara permukaan meteor itu dengan udara dengan kecepatan tinggi. Penampakan tersebut disebabkan karena adanya suatu panas yang dihasilkan oleh adanya tekanan ram (yakni bukan oleh karena gesekan) disaat meteoroid itu kemudian memasuki atmosfer. Penampakan meteor yang sangat terang ini disebut juga dengan bolide. Inilah yang menciptakan pijaran api atau tampak seperti cahaya dari kejauhan dan sering disebut sebagai bintang jatuh.

Terakhir, meteorit merupakan batu meteor yang berhasil masuk dan mencapai permukaan bumi.

Ciri-Ciri Meteor, Meteorit, dan Meteoroid

Ciri-ciri meteor tentunya berbeda dengan benda langit lainnya. Ciri-ciri meteor sebagai salah satu komponen di dalam tata surya perlu juga kamu pahami. Berikut ciri-ciri meteor, meteorit, dan meteoroid:

- Meteoroid merupakan benda langit kecil yang mengelilingi matahari serta terdapat di ruang antarplanet.

- Meteoroid bukan tergolong sebagai bintang karena meteoroid adalah anggota dari tata surya yang tidak bisa memancarkan suatu cahaya sendiri.

- Meteoroid berupa batu-batu kecil dengan diameter antara 0,2 sampai 0,5 mm serta massanya juga tidak lebih dari 1 gram.

- Meteoroid semacam debu angkasa yang bergerak dengan kecepatan rata-rata 60 km/detik.

- Meteoroid yang masuk ke atmosfer bumi serta bergesekan dengan lapisan atmosfer yang menimbulkan panas akan tampak berpijar. Pada kasus ini meteoroid tersebut akan berubah menjadi meteor.

- Gerak dari meteor yang berpijar tampak seperti bintang yang berpindah tempat. Oleh karena itu meteor ini disebut juga dengan bintang beralih.

- Meteoroid yang berukuran sangat besar dapat mencapai permukaan bumi, karena tidak habis terbakar dengan panasnya gesekan atmosfer bumi. Pada kasus ini, apabila meteoroid menyentuh permukaan bumi maka statusnya akan berubah menjadi meteorit.

- Meteorit yang jatuh pada di permukaan bumi akan menciptakan suatu kawah, seperti misalnya meteorit yang massanya itu kurang lebih 10.000 ton pernah jatuh di Arizona serta Siberia. Meteorit tersebut bisa menciptakan kawah yang lebarnya kurang lebih sekitar 1 km lebih. Itulah beberapa ciri-ciri meteor, meteorit, dan meteoroid yang perlu kamu ketahui.

Hujan Meteor

Selain memahami ciri-ciri meteor, kamu juga perlu memahami fenomena yang sering terjadi terkait meteor. Salah satu fenomena dari meteor yang sering terdengar adalah fenomena hujan meteor. Hujan meteor adalah fenomena di mana banyak meteoroid yang berhasil memasuki atmosfer bumi. Fenomena langit ini tentu akan sayang jika dilewatkan begitu saja, karena langit malam akan tampak lebih cantik dengan cahaya-cahaya yang diciptakan oleh meteor.

Hujan meteor juga dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Beberapa jenis hujan meteor adalah sebagai berikut:

- Hujan Meteor Orionid. Hujan meteor ini adalah hujan meteor yang biasanya terjadi pada bulan Oktober di tiap-tiap tahunnya. Nama Orionid diambil dari asal tempat cahaya yang menjadi sebuah titik meteor yang melintas, yang disebut dengan konstelasi orion. Hujan meteor Orionid ini biasanya memancarkan warna kuning atau hijau yang terlihat dengan jelas.

- Hujan Meteor Perseid. Seperti namanya, hujan meteor ini terjadi di atas rasi bintang perseus, serta kemungkinan terjadi pada saat bumi itu melalui aliran meteor yang disebut dengan sebutan awan perseid. Melalui suatu pengamatan yang sudah pernah dilakukan sejak 2 abad yang lalu terkait hujan meteor Perseid, terjadinya hujan meteor adalah pada pertengahan Juli hingga Agustus tiap-tiap tahunnya. Meteor Perseid ini akan dapat terlihat dengan jelas di belahan bumi bagian utara pada saat malam hari di musim panas, di mana pada saat itu langit terlihat cerah.

- Hujan Meteor Geminids. Hujan meteor ini terjadi disebabkan karena meteor yang berasal dari sebuah asteroid yang disebut dengan sebutan 3200 Phaethon. Melalui pengamatan yang dilakukan sejak 1,5 abad yang lalu, hujan meteor Geminids terjadi pada akhir tahun, yaitu pada bulan Desember.

- Hujan Meteor Quadrantid. Hujan meteor Quandrantid merupakan hujan meteor yang asalnya dari konstilasi Bootes. Melalui pengamatan, hujan meteor ini terjadi pada bulan Januari. Namun, pengamatan untuk meteor ini lebih sulit disebabkan karena puncaknya hanya terjadi dalam hitungan jam saja.

SUMBER: https://hot.liputan6.com/read/4717335/ciri-ciri-meteor-pengertian-serta-perbedaannya-dengan-meteoroid-dan-meteorit

GALAKSI BIMA SAKTI

 SUMBER: https://kumparan.com/kabar-harian/galaksi-bimasakti-pengertian-dan-ciri-cirinya-1x1yyB9yOj1/full


Galaksi Bimasakti atau galaksi Milky Way adalah salah satu galaksi yang berada di alam semesta. Galaksi ini merupakan tempat tata surya berada.

Seperti dengan galaksi lainnya, di dalam galaksi Bimasakti terdapat benda-benda langit, seperti planet, komet, bintang, dan sebagainya.
Untuk mengetahui lebih banyak mengenai galaksi ini, simak pembahasan mengenai galaksi Bima Sakti berikut ini.

Pengertian Galaksi

Menurut Kamarul Azmi Jasmi dalam bukunya yang berjudul Alquran dan Geografi, pengertian dari galaksi adalah kumpulan bintang yang terdapat dalam alam semesta. Galaksi dikekalkan bersama oleh satu tarikan gravitasi dan komponen galaksi mengorbit satu pusat.
Bumi, yakni tempat tinggal manusia hanyalah sebuah benda kecil di alam semesta yang disebut planet bergerak mengelilingi matahari. Sementara itu, matahari adalah hanya sebuah bintang dalam gugusan jutaan bintang yang disebut galaksi.
Matahari dan bumi merupakan bagian dari galaksi Bimasakti (Milky Way). Sementara itu, galaksi Bimasakti pun ternyata hanya sebuah galaksi dari jutaan galaksi yang ada di alam semesta ini.

Pengertian Galaksi Bimasakti

Galaksi Bimasakti: Pengertian dan Ciri-Cirinya (1)
zoom-in-whitePerbesar
Galaksi Bimasakti disebut sebagai galaksi Milky Way karena menyerupai susu. Foto: Wikipedia Commons
Dikutip dari buku Fakta Paling Top: Alam Semesta yang ditulis oleh Brian William, galaksi Bimasakti adalah galaksi spiral dan matahari adalah salah satu bintang di antara jutaan bintang di salah satu lengannya, yang dikenal sebagai lengan Orion.
Galaksi Bimasakti adalah galaksi berbentuk lensa cembung. Matahari sebagai pusat tata surya memiliki jarak sekitar 30.000 tahun cahaya untuk menuju pusat galaksi Bimasakti.
Galaksi Bimasakti sering juga disebut dengan galaksi Milky Way. Kata milky way sendiri berasal dari bahasa Latin, yakni via lactea dengan kata dasar lactea yang berarti susu.
Bimasakti disebut sebagai galaksi Milky Way karena visual dari galaksi ini terlihat seperti susu yang berbentuk cakram lonjong. Dalam bahasa Indonesia, galaksi ini disebut sebagai galaksi Bimasakti.
Menurut sejarah, penamaan galaksi Bimasakti diambil saat presiden Soekarno melihat foto atau citra galaksi ini yang diberikan oleh salah seorang astronom Indonesia.
Saat ini, Soekarno melihat ada suatu bagian gelap di antara galaksi tersebut yang mengingatkannya terhadap tokoh wayang Bima yang sedang bertarung dengan naga.

Ciri-Ciri Galaksi Bimasakti

Galaksi Bimasakti: Pengertian dan Ciri-Cirinya (2)
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu ciri galaksi Bimasakti adalah memiliki satelit bernama Awan Magellan Besar. Foto: Wikipedia Commons.
Galaksi Bimasakti memiliki sejumlah karakteristik atau ciri-ciri yang membedakan galaksi ini dengan galaksi lainnya. Berikut ciri-ciri galaksi Bimasakti:
  • Bentuk galaksi Bimasakti seperti dua buah piring cekung dengan bagian tengah tebal dan semakin ke tepi semakin pipih.
  • Galaksi Bimasakti merupakan jenis galaksi spiral.
  • Memiliki satelit galaksi, yaitu Awan Magellan Besar yang berjarak 160.000 tahun cahaya.
  • Galaksi Bimasakti merupakan anggota sebuah gugus galaksi yang disebut Grup Lokal, yang terdiri atas sekitar 54 galaksi lainnya.
  • Memiliki sistem yang disebut dengan tata surya.
  • Garis tengah atau diameter galaksi berkisar 100.000 tahun cahaya.
  • Pusat dari galaksi memiliki diameter 3,26 tahun cahaya.
 

Website Putri Renaning Galih Template by Ipietoon Cute Blog Design