Gerhana terjadi ketika posisi Bulan dan Bumi menghalangi sinar Matahari. Gerhana juga merupakan akibat dari pergerakan Bulan. Ada dua jenis gerhana, yaitu Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan.
1. Gerhana Matahari.
Gerhana Matahari terjadi ketika bayangan Bulan bergerak menutupi permukaan Bumi. Dimana posisi Bulan berada di antara Matahari dan Bumi dan ketiganya terletak dalam satu garis. Gerhana Matahari terjadi pada waktu Bulan baru.
Akibat ukuran Bulan lebih kecil dibandingkan Bumi atau Matahari, maka terjadi Tiga (3) kemungkinan Gerhana, yaitu sebagai berikut :
a. Gerhana Matahari Total.
Gerhana Matahari Total terjadi pada daerah – daerah yang berada di bayangan inti (Umbra), sehingga cahaya Matahari tidak tampak sama sekali. Gerhana Matahari Total terjadi hanya sekitar 6 menit.
b. Gerhana Matahari Cincin.
Gerhana Matahari Cincin terjadi pada daerah yang terkena lanjutan umbra, sehingga Matahari kelihatan seperti Cincin.
c. Gerhana Matahari Sebagian.
Gerhana Matahari Sebagian terjadi pada daerah – daerah yang terletak diantara Umbra dan Penumbra (Bayangan Kabur), sehingga Matahari kelihatan sebagian.
2. Gerhana Bulan.
Gerhana Bulan terjadi ketika Bulan memasuki bayangan Bumi. Gerhana Bulan hanya dapat terjadi pada saat Bulan Purnama. Gerhana Bulan terjadi apabila Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Pada waktu seluruh bagian Bulan masuk dalam daerah “Umbra” Bumi, maka terjadi Gerhana Bulan Total. Proses Bulan berada dalam “Penumbra” dapat mencapai 6 Jam dan dalam “Umbra” hanya sekitar 40 menit.
a. Umbra adalah bayangan gelap yang terbentuk selama terjadinya gerhana.
b. Penumbra adalah bayangan kabur (remang - remang) yang terbentuk selama terjadinya gerhana.
SUMBER: https://www.guruspensaka.com/2021/04/ipa-7-tata-surya-kondisi-bumi-bulan-dan.html
0 komentar:
Posting Komentar